Senggigi – Koordinatorat Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wilayah XIV Mataram menggelar Rapat kerja Kopertais Wilayah XIV Mataram bersama Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Bali,NTB, dan NTT Tahun 2021 bertajuk Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Menuju PTKIS Berdaya saing, Mandiri, dan Unggul yang berlansung di Aruna Senggigi Resort & Convention dari hari Jum’at-Minggu (10-12/9/2021).

Rektor UIN Mataram selaku Koordinator Kopertais Wilayah XIV Mataram Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag., saat membuka acara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan raker ini, selanjutnya beliau berharap agar kegiatan tersebut diikuti secara penuh oleh seleuruh peserta secara aktif sampai selesai dengan tetap menerapkan protocol kesehatan.

Ia melanjutkan, status akreditasi kampus sangat penting di era sekarang ini, sebab akreditasi merupakan penentuan standar mutu dan penilaian sebuah perguruan tinggi. masyarakat atau calon mahasiswa tidak lagi melihat status perguruan tinggi negeri atau swasta, namun yang pertama dilihat adalah akreditasi lembaga dan prodi.

“Setiap pimpinan harus punya mimpi untuk menjadi Perguruan Tinggi yang unggul, untuk itu harus ada prioritas dalam meraih nilai tersebut,” ujarnya.

Hadir sebagai Narasumber Ketua LPM UIN Mataram Bapak Dr. Winengan, M.Si. dalam sambutannya mengatakan, Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan hal sangat penting bagi perguruan tinggi untuk menjaga, mengontrol dan menjamin mutu akademik.

LPM atau P2M yang ada di Perguruan Tinggi harus memahami syarat standar minimal Akreditasi, baik itu APT maupun APS. Jika salah satu dari aspek standar akreditasi itu tidak terpenuhi maka tidak akan mendapatkan standar akreditasi.

Terlebih lagi tuntutan akreditasi sekarang adalah menetapkan ada 9 standar untuk memotret seluruh rangkain kulitas mutu dan layanan di perguruan tinggi.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Dr. Abd. Mujib, M.Ag., M.Si. dalam paparannya tentang tugas dan fungsi seorang Dosen. Menurutnya bidang yang sulit dipenuhi adalah penelitian dan penerbitan, ia juga mengatakan sulitnya ditemukan dosen yang hebat mengajar sekaligus handal sebagai peneliti.

Selain itu beliau juga menyebutkan tentang komitmen Dosen dalam perjanjian antaranya, kontrak, keterlibatan dan keterikatan secara fisik, mental, sosial dan spiritual untuk melakukan sesuatu dengan penuh kesetiaan dan perasaan terhadap nilai-nilai organisasi.

Kegiatan tahunan ini selain untuk menjalin komunikasi antara Kopertais dan PTKIS, juga diharapkan meningkatkan tata kelola PTKIS dan memperkuat kualitas sumber daya manusia.