Denpasar – Sekolah Tinggi Agama Islam Denpasar Bali menyelenggarakan prosesi wisuda Sarjana Strata Satu ke IX. Wisuda kali ini dilaksanan di Ballroom Aston Hotel Denpasar dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, Kamis (16/12/2021).

Sebanyak 88 wisudawan dan yang terdiri dari 31 wisudawan ekonomi syariah, 34 wisudawan manajemen pendidikan islam, dan 23 wisudawan pendidikan agama islam Sekolah Tinggi Agama Islam Denpasar resmi menyandang gelar sarjana.

Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Denpasar Jumari, SP. M.Pd.

Ketua STAI Denpasar Jumari, SP. M.Pd. dalam sambutannya menampaikan dengan diwisudanya mahasiswa mahasiswi bukan berarti, tantangan otomatis habis. Tantangan selanjutnya, justru yang sesungguhnya, adalah bagaimana mereka dapat mengamalkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap demi kemajuan masyarakat.

selamat kepada seluruh lulusan yang menjalani proses wisuda dan terima kasih kepada para wali wisudawan yang telah mempercayakan STAI Denpasar untuk mendidik putra-putrinya selama 4 tahun hingga menjadi sarjana.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag R.I Prof. Dr. Suyitno M.Ag.


Direktur PTKI Dirjen Pendis Kemenag R.I Prof. Dr. Suyitno M.Ag. dalam orasi ilmiah nya mengatakan tentang “persoalan revolusi menuju era teknologi 5.0”. Salah satu indikator persoalan revolusi menuju era teknologi 5.0 ialah kecenderungan Inkonsistensi atau yang dikenal dengan Anomali.

Era anomali saat ini adalah era unpredictable (tak terduga). Oleh karenanya menjawab tantangan dengan hanya melalui pendekatan konvensional saja sekarang tidak cukup. Caranya adalah beradaptasi dengan tantangan zaman tersebut.

“Ada 3 hal agar kita bisa beradaptasi dengan era Anomali. Pertama, Alumni PTKI harus memiliki Karakter kepribadian kuat atau akhlakul karimah sebagai modal utama. Kedua adalah Intepreunership (kewirausahaan) atau kompetensi tambahan sebagai nilai lebih. Dan yang ketiga baru kita bicara tentang Pintar. Jika anda memiliki tiga hal tersebut insyaallah anda akan selalu memiliki kesempatan dimanapun anda berada,” ujarnya.

Sekretaris Kopertais Wilayah XIV Mataram Dr. H. Nazar Naamy, M.Si.

Sekretaris Kopertais Wilayah XIV Mataram Dr. H. Nazar Naamy, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan Saya sangat terinspirasi ketika tadi mendengar bacaan Al Qur’an yang diterjemahkan dalam bahasa Bali. Selain itu, banyaknya tulisan-tulisan tentang moderasi beragama di pulau Bali antara Islam dan Hindu yang beredar menurutnya perlu mendapat dukungan.

“Ini perlu kita support. Bahwa STAI Denpasar harus dijadikan simbol dan ikon moderasi beragama di Indonesia,” tegas Nazar.

Nazar Naamy menambahkan bahwa STAI Denpasar termasuk ujung tombak moderasi beragama. Dibuktikan dengan kontribusi dan partisipasinya yang telah banyak dilakukan selama ini.

Sebagai penutup, saya tantang Ketua STAID agar bekerja lebih keras lagi sehingga tahun depan rencana penambahan tiga prodi dapat terlaksana. Agar dapat segera menjadi Institut Agama Islam Denpasar.