Kediri Lombok Barat – Institut Agama Islam Nurul Hakim Kediri Lombok Barat menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana Strata Satu (S1) periode XV Tahun Akademik 2020/2021 yang digelar di Aula IAI Nurul Hakim. Sabtu, 30 Oktober 2021.

Dalam Wisuda sarjana tersebut, Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta wilayah XIV (Kopertais XIV) dihadiri oleh Koordinator Kopertais wilayah XIV, Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag. hadir dan memberikan sambutan.

Rektor IAI Nurul Hakim Nurul Mukhlisin Asyrafuddin, Lc, M.Ag, P.Hd, dalam pidato sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya di IAI Nurul Hakim Nurul Kediri. Kepada para wisudawan baru, Rektor menegaskan bahwa masa depan bangsa Indonesia kelak berada di tangan anak-anak muda sekarang ini. Rektor menyampaikan rasa optimisnya tentang peran anak muda yang telah melahirkan ide kreatif dalam bidang teknologi dan wirausaha sosial.

Sebagai lulusan IAI Nurul Hakim, kata Rektor, para wisudawan diharapkan bisa menjadi motor perubahan untuk mewujudkan pembangunan nasional berbasis pengetahuan dan teknologi di era disrupsi. Meski begitu, ia meminta para lulusan IAI Nurul Hakim juga dapat selalu dapat memberikan kesejukan di tengah situasi masyarakat yang saat ini terus diwarnai dengan berbagai polemik. “Mari kita selalu mengedepankan persaudaraan, persatuan, keamanan dan kedamaian dalam bermasyarakat,” katanya.

Koordinator kopertais Wilayah XIV Mataram Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag. dalam sambutannya selamat kepada seluruh peserta wisuda atas penyelesaian studinya.“Perguruan tinggi harus merespon globalisasi dan kemajuan teknologi informasi tapi jangan lupa konsolidasi di dalam. Saatnya kita gali dan kita sebarkan spirit kampus Islam.
Di dalam kita harus solid. Saling mendukung. Saling bekerjasama. Saling mengangkat. Saling memahami. Saling mengalah. Bukan saling menjatuhkan. Bukan saling mencari kelemahan dan celah untuk menjatuhkan. Lupakan itu. Itu bukan tradisi IAI Nurul Hakim.

Ingat kampus kita adalah modal dasar kita untuk maju. Mari saling mencari kelebihan, mencari kekuatan kita masing-masing lalu kita berinovasi apa yang bisa kita sumbangkan. Bukan mencari kelemahan dan kesalahan orang lain. Tetapi mencari kelebihan. Mencari bakat masing-masing. Mencari peran masing-masing. Mana yang mungkin. Mari saling dukung. Bukankah itu yang dilakukan Institut Agama Islam Nurul Hakim dahulu kala.